Berita Situs

MOOC Sebagai Skema Pengkayaan Pembelajaran

 
Picture of Purwo Santoso
MOOC Sebagai Skema Pengkayaan Pembelajaran
by Purwo Santoso - Tuesday, 27 September 2016, 12:28 PM
 

Pembelajaran dalam melalui platorm MOOC Menjadi Warga Negara Transformatif ini didedikasikan untuk menopang perkuliahan sejenis (sama-sama didedikasikan untuk mereproduksi nilai luhur) di berbagai univeritas. Meskipun porsi pembelajaran setiap minggu dilakukan sengan kesadaran akan SKS (satuan kredit semester), pembelajaran yang diselenggarkan di sini tidak mengantikan atau mengambil alih SKS yang diambil secara resmi di universits masing-masing. 

Kedudukan perkuliahan on-line ini adalah sebagai penunjang. Perannya adalah melakukan kontekstualisasi atakau pengkayaan materi pembelajaran. Oleh karena ini, isinya tetap penting. Dalam konteks ini, dosen pengampu kelas-kelas penyelenggaraannya tersambung dengan skema MOOC ini, bersepakat untuk tidak mengeluarkan nilai mata kuliah yang bersangkutan, jika peserta tidak memanfaatkan skema MOOC ini dengan baik. Nilai mata kuliah tidak dikeluarkan, jika peserta yang mengukiti perkuliahan yang bersangkutan tidak memenuhi standar pembelajaran yang diberlakukan.

Adapun standar pembelajaran yang disepakati dengan dosen pengampu adalah sebagai berikut.

Mahasiswa yang bersangkutan:

Pertama, TERDAFTAR sebagai peserta dan MENGIKUTI seluruh sesi yang dirancang. Kealphaan untuk perpartisipasi di suatu sesi, bisa dikejar di sesi berikutnya, dengan catatan sesi yang dimaksudkan masih dalam segmen yang sama. 

Kedua, aktif MENDISKUSIKAN butir-butir pembelajaran yang disajikan. 

Ketiga, mengerjakan KUIS dan TUGAS di akhir segment. Sebagaimana telah disampaikan, komponen terbesar dalam penilaian tuntasnya pembelajaram ada di segmen ketiga. Hanya saja, segmen ketiga tidak akan optimal jika kedua segmen pembelajaran berikutnya tidak diikuti.